jump to navigation

Etnosentrisme Vs Xenosentrisme September 21, 2009

Posted by e-k-o in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
trackback

Ada dua kata dalam pelajaran Sosiologi yang masih saya ingat sampai sekarang, yaitu Etnosentrisme (Ethnocentrism) dan Xenosentrisme (Xenocentrism). Meski sekilas terdengar asing, keduanya sebenarnya akrab dalam kehidupan kita sehari-hari.

Etnosentrisme adalah sikap atau kecenderungan membanggakan kelompok atau suku sendiri. Sedangkan kebalikannya, xenosentrisme, adalah sikap atau kencenderungan membanggakan kelompok atau suku lain (selain kelompok atau sukunya sendiri).

Menurut hemat saya, kata “suku” dalam pengertian di atas tidak harus dan tidak selamanya bermakna suku secara harfiah, namun bisa juga berkembang lebih luas.

Contoh keduanya paling mudah dan sering ditemukan dalam hubungan sebuah keluarga. Etnosentrisme bisa (dan bahkan sering) muncul dalam bentuk kecenderungan membangga-banggakan klan keluarganya sendiri. Sebaliknya, xenosentrisme cenderung membanggakan klan keluarga lain (ipar).

Selain itu, terlalu bangga dengan almamater pendidikannya menurut saya juga bisa dianggap sebagai etnosentrisme. Sedangkan terlalu bangga dengan sistem pendidikan dan layanan kesehatan di negeri orang bisa dikategorikan sebagai xenosentrisme. Intinya, etnosentrisme (terlalu) bangga pada yang ‘di dalam’, sedangkan xenosentrisme (terlalu) bangga pada yang ‘di luar’.

Ini sekadar pemahaman pribadi. Silakan ditambah atau dikoreksi jika perlu…

Comments»

1. oldmansaid - October 2, 2009

you’re right! terlalu bangga pada almamater :D ha..ha..ha..
sindiran buat saya???

Eko Penulis - October 2, 2009

@ oldmansaid:

ha..ha..ha.. :D tidak bermaksud begitu. sy cm mengutip saja. mungkin cuma kebetulan saja mas :) goodluck ya… ;)

2. Eko Penulis - October 18, 2009

oya…, tergila-gila dengan brand/merek dan/atau produk luar negeri, mungkin jg termasuk dlm kategori xenocentrisme. bagaimana pendapat Anda?