Daerah Terlarang September 27, 2009
Posted by e-k-o in Uncategorized.Tags: 110°28'46.62"E, 7° 4'59.53"S, daerah terlarang, gedawang, google earth, villa krista, wikimapia
trackback
Kurang lebih dua tahun lalu saya menemukan sebuah lokasi di Wikimapia.org yang ditandai dengan label daerah terlarang. Ada tulisan “Daerah Terlarang. Proyek milik bersama internasional. Dilarang masuk, bukan untuk umum”. Entah siapa yang menandai demikian. Apakah benar terlarang atau tidak, saya juga kurang tahu pasti.
Awalnya saya memang tidak terlalu tertarik. Tapi lama-lama saya penasaran juga. Akhirnya saya iseng mengecek ke sana.
Lokasinya ternyata tidak begitu jauh. Kurang lebih 30-45 menit kalau naik motor, ke arah Bukit Kencana/Meteseh. Puncak bangungan tsb yang berbentuk kerucut tampak menyembul di atas bukit bila dilihat dari turunan Sigar Bencah ke arah Bukit Kencana. Puncak bangunan aneh tsb ternyata juga tampak secara visual dari pintu gerbang Perumahan Villa Krista (sebelum terkena proyek jalan tol Semarang-Solo).
Jalan menuju ke sana memang sepi. Tidak banyak orang yang lewat di sana, kecuali orang-orang kampung sekitar. Jalannya berupa Tanah berbatu. Terkadang juga jalan beraspal yang berlubang di sana-sini. Sewaktu ’sidak’ ke sana, banyak truk proyek bermuatan tanah hilir mudik. Entah proyek apa yang sedang dikerjakan di sana.
Sesampai di sebuah pertigaan, kurang lebih 500an meter dari bangunan, saya berhenti. Dari sana terlihat jelas puncak bangunan tsb di atas bukit. Saya tidak bisa mendekat, karena jalan ke arah sana diberi palang dari kayu seadanya.
Lokasi ini juga bisa dicek lewat Google Earth di koordinat 7° 4′59.53″S, 110°28′46.62″E. Kira-kira itu bangunan/proyek apa ya? Ada yang tahu?



wah, aq wis kesana, dan sering kembali ke sana mas.
Itu bangunan abandoned kompleks perumahan dari PT Tanah Mas Duaja. Mungkin sekarang lagi mo dbangun lagi
Pemandangane bagus, jadi sering kesana.
Di belakang itu ada desa, jadi orang sering lewat situ walaupun jalannya acak adul…
Nek bojoku lagi jenu, sering tak jak jalan2 sore ke situ, lihat pemandangan.
Pemandangan e bagus mas. alami.
@ ali zaki:
Terima kasih atas laporan Anda. Kini kita kembali ke studio
Aku dulu jg pernah ke sana. Jalan ke arah bukit dan bangunan itu dipalang. Gak tahu klo skrg. Thanks infonya…
ketoke rak dibangun mas, nek truk e kuwi ngangkut tanah uruk soko rowosari. Coba lah jaln2 ke rowosari mas….
Pemandangane alami tenan, apik, padahal kota lo kuwi. Cuma sing jelas rodane diisi angin sik sing keras, soale nek rak atos iso bocor soale jalane mengerikan,
Coba search di google: “tanah mas rowosari”
@ ali zaki:
Hmm.., rowosari? hmm.., lupa2 ingat tuh (ini bkn judul lagu ha..ha..ha)
Iya sptnya pernah dengar. Aku pernah lewat meteseh, belok kanan, sebelulm jembatan, ambil jalan kanan lagi. Itu tembus ke Ungaran (hutan wisata Penggaron). kalau ditarik garis lurus, jalur itu ternyata tidak jauh dr Gdw
iyo memang dipalang, tapi bisa masuk. lah wong itu jadi jalan umum untuk menuju ke desa di balik bukit nya
salah bos. setelah jembatan belok kiri, lalu kiri terus habis itu ada pertigaan belok kanan. Kapan2 cross country kesana bos, gmn?
@ ali zaki:
oke. kapan?
yo kapan2 ae… nek pas lag nganggur….ak wedi nek adoh2 dewekan nek ban e gembes, soale terrain e memang mengerikan dan rak ono tukang tambal ban. tapi wong kono asli do ngebut lo nek lewat dalan kono. hebat