jump to navigation

Cara Restore Ubuntu 9.10 Bootloader November 12, 2009

Posted by Eko Penulis in Ubuntu.
Tags: , , , , , , , , ,
5 comments

Menggunakan dua sistem operasi—Windows dan Ubuntu Linux—dalam sebuah komputer memang sangat menyenangkan. Selain tetap bisa menggunakan Windows, Anda juga bisa belajar menggunakan Ubuntu Linux secara bertahap.

Komputer dengan sistem dual boot ini akan menampilkan sebuah boot loader, yaitu pilihan menu sistem operasi yang ingin digunakan, apakah Windows atau Ubuntu Linux. Namun boot loader ini akan hilang, jika Windows terpaksa diinstall ulang karena suatu sebab tertentu. Jadi bagaimana ini? Haruskah Ubuntu diinstall ulang? Selengkapnya…

Video Download Helper November 10, 2009

Posted by Eko Penulis in Internet, Ubuntu.
Tags: , , , , ,
add a comment

Masih ingat dengan cerita semut pengerek video yang saya pernah saya tulis di sini? Tempo hari saya menemukan sebuah tools, lebih tepatnya addons Firefox, yang mirip dengan Ant Toolbar, tapi lebih mudah digunakan. Namanya Video Download Helper. Dengan VDH Anda bisa mendownload file-file video (juga audio) yang embedded (misalnya Youtube, dsb).

CARA MENGINSTALL DOWNLOAD HELPER:

  1. Buka https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/3006
  2. Klik tombol Add to Firefox, tunggu counter (angka hitung mundur 3-2-1), kemudian klik tombol Install Now.
  3. Klik tombol Restart Firefox.
  4. Setelah terinstall, ada sedikit perubahan setting yang biasa saya lakukan. Klik menu Tools > Add-ons, klik DownloadHelper, kemudian klik tombol Preferences. Aktifkan/contreng pilihan Show in status bar.

CARA MENGGUNAKAN DOWNLOAD HELPER:

  1. Untuk mendownload file video (juga audio) yang diinginkan, buka website yang dimaksud.
  2. Mainkan video tsb hingga ikon DownloadHelper di statusbar aktif dan berputar-putar.
  3. Klik tanda panah kecil [v] di samping ikon tsb, pilih nama file yang terdeteksi, kemudian pilih Download.
  4. Sampai di sini file video (atau audio) segera didownload dan bisa dimainkan menggunakan program/aplikasi multimedia yang sesuai. Cepat/tidaknya proses download tentu sangat tergantung pada kecepatan akses internet yang Anda gunakan.

Gampang kan? Selamat mencoba.

Alternatif Aplikasi Mind Mapping di Ubuntu Linux November 10, 2009

Posted by Eko Penulis in Ubuntu.
Tags: , , , ,
add a comment

Selain Freemind yang pernah saya tulis sebelumnya, Ubuntu Linux ternyata memiliki alternatif lain yang hampir sama, yaitu VYM (singkatan dari View Your Mind). Berikut ini cara menginstallnya:

  1. Seperti biasa, buka terminal (klik menu Applications > Accessories > Terminal, atau tekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F2).
  2. Ketik sudo apt-get install vym, kemudian tekan ENTER.
  3. Ketik password root Anda.
  4. Tunggu sampai instalasi VYM selesai.
  5. VYM selanjutnya bisa diakses melalui menu Applications > Education > VYM – View Your Mind.

Mudah kan? Selamat mencoba.

Cara Menginstall Freemind 0.9.0 RC6 di Ubuntu 9.10 November 10, 2009

Posted by Eko Penulis in Ubuntu.
Tags: , , , ,
add a comment

Dalam tulisan sebelumnya kita sudah belajar cara singkat menginstall Freemind di Ubuntu Linux 9.10. Versi yang tersedia dan bisa diinstall dengan cara tsb adalah Freemind v0.7. Bagaimana jika kita ingin mencoba Freemind versi terbaru? Berikut ini caranya:

  1. Download Freemind terbaru di http://sourceforge.net/projects/freemind/files/. Saat tulisan ini dibuat, versi terbaru Freemind adalah v0.9.0 RC6. Karena kita akan menginstall Freemind di Linux, maka pilih versi yang sesuai. Dalam contoh ini saya pilih freemind-bin-max-0.9.0_RC_6.zip.
  2. Setelah berhasil didownload, ekstrak file tersebut. Hasilnya muncul sebuah folder baru bernama freemind-bin-max-0.9.0_RC_6.
  3. Untuk menjalankan Freemind, buka terminal (klik menu Applications > Accessories > Terminal, atau tekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F2), ketik sh freemind.sh, kemudian tekan ENTER.
  4. Agar lebih mudah diakses, kita bisa membuat shortcut (Ubuntu menyebutnya link atau launcher), baik di panel maupun di dekstop. Anggap saja, sekarang kita akan membuat shortcut  di panel. Oya, panel itu adalah bagian paling atas di desktop (mirip taskbar kalau di Windows).
  5. Klik kanan area kosong di panel, pilih Add to Panel, kemudian pilih Custom Application Launcher.
  6. Di bagian Name, ketik Freemind (atau teks sembarang juga boleh).
  7. Di bagian Command, ketik sh freemind.sh (yang ini tidak boleh diisi sembarang). Lokasi/path-nya disesuaikan dengan lokasi/path di mana file tersebut berada. Contoh: karena file-file Freemind di atas saya ekstrak di folder /home/eko/00-data-EKO-linux/00-download-center-linux/freemind-bin-max-0.9.0_RC_6/, maka saya tulis sh /home/eko/00-data-EKO-linux/00-download-center-linux/freemind-bin-max-0.9.0_RC_6/freemind.sh
  8. Di bagian Comment, boleh diisi, boleh tidak.
  9. Sekarang klik Close.
  10. Untuk menjalankan Freemind, cukup klik ikon tsb, tidak perlu lagi diketik/dipanggil secara manual melalui terminal.

Selamat mencoba.

Cara Menginstall Freemind di Ubuntu 9.10 November 10, 2009

Posted by Eko Penulis in Ubuntu.
Tags: , ,
1 comment so far

Freemind adalah aplikasi/program mind mapping (pemetaan pikiran) opensource alias gratis. Freemind tersedia dalam tiga versi, yaitu untuk sistem operasi Windows, Linux, dan Mac.

Menginstall Freemind di Ubuntu Linux 9.10 cukup mudah. Berikut ini caranya:

  1. Buka terminal (klik menu Applications > Accessories > Terminal, atau tekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F2).
  2. Ketik sudo apt-get install freemind.
  3. Ketik password root Anda.
  4. Tunggu sebentar sampai instalasi selesai.
  5. Setelah selesai, Freemind bisa diakses melalui menu Applications > Office > Freemind.

CATATAN: Freemind yang bisa diinstall dengan cara ini adalah Freemind versi 0.7. Untuk menginstall Freemind terbaru, simak tulisan berikutnya.

Mengedit “Software Sources” di Ubuntu August 5, 2009

Posted by Eko Penulis in Ubuntu.
Tags: , ,
add a comment

Klik menu System > Administration > Software Sources. Atau ketik sudo gedit /etc/apt/sources.list pada konsol.

Mengosongkan Trash Secara Paksa June 22, 2009

Posted by Eko Penulis in Ubuntu.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

Ubuntu Linux memiliki sebuah kotak sampah, namanya Trash, yang mirip dengan kotak sampah di Windows, Recycle Bin. Semua file yang dihapus akan dibuang ke dalam kotak sampah tersebut. File-file tersebut sebenarnya masih ada, kecuali bila sudah dikosongkan atau benar-benar dibuang dari kotak sampah tersebut.

Untuk mengosongkan tempat sampah alias Trash di Ubuntu hampir sama seperti di Windows. Caranya: klik kanan kotak sampah/Trash di pojok kanan bawah, kemudian pilih menu Empty Trash. Normalnya, semua item (file dan folder) di dalam Trash tersebut akan lenyap alias musnah, yang ditandai dengan ikon Trash yang kosong. Saya sebut normal, sebab dalam kondisi abnormal :) terkadang ikon Trash masih penuh (tidak kosong), yang menandakan bahwa file-file di dalamnya belum sepenuhnya terhapus.

Saya sering sekali mengalami hal ini, namun kurang tahu pasti apa penyebabnya. Jika Anda juga pernah dan sedang mengalami hal serupa, tip berikut ini mudah-mudahan berguna.

  1. Buka terminal (klik menu Applications > Accessories > Terminal, atau tekan tombol Alt+F2).
  2. Ketik sudo rm -dr /home/nama_user/.local/share/Trash/files/, kemudian tekan tombol ENTER. CATATAN: kata nama_user diganti dengan nama user Anda di Ubuntu. Jika username Anda adalah fulan, maka ketik sudo rm -dr /home/fulan/.local/share/Trash/files/.
  3. Ketik password Anda.
  4. Woalaaaaa…., ajaib! :) :)

Selamat mencoba!

Lagi, Soal Setting Modem 3G di Ubuntu Linux June 4, 2009

Posted by Eko Penulis in Internet, Ubuntu.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
14 comments

Sedikit tambahan dan tip soal setting modem 3G di Ubuntu, khususnya buat para pembaca yang masih mengalami kesulitan mengatur setting modem 3G (Sierra) di Ubuntu Linux:

  1. Modem yang saya gunakan di sini adalah Sierra Wireless AirCard 881U (interface USB).
  2. Ubuntu yang saya gunakan adalah Ubuntu 8.10. Sempat juga coba Ubuntu 9.04 yang baru muncul beberapa bulan kemudian.
  3. Kartu yang saya gunakan adalah Indosat (Matrix).
  4. Cara setting modem 3G di Ubuntu 8.10 dan Ubuntu 9.04 yang saya tulis di sini adalah untuk modem Sierra Wireless AirCard 881U. Untuk modem Sierra yang lain, saya pikir sama (tapi saya belum pernah coba langsung).
  5. Selain modem Sierra di atas, saya pernah iseng coba pakai modem Option Icon i225, tapi TIDAK BISA/TIDAK BERHASIL dengan cara di atas. Mungkin ada cara khusus untuk modem ini.
  6. Sebelum dicoba di Ubuntu, sebaiknya modem dicoba dulu di Windows, untuk memastikan bahwa: (a) modem normal/bisa digunakan, (b) ada jaringan/sinyal 3G di tempat Anda.
  7. Setelah yakin, silakan coba atur settingnya di Ubuntu.
  8. Pasang modem ke komputer/laptop. Pastikan modem dalam keadaan ON/menyala.
  9. Buka terminal/konsole (caranya: tekan tombol Alt+F2, atau klik menu Applications > Accessories > Terminal)
  10. Ketik sudo wvdialconf, untuk mendeteksi modem. CATATAN: Jika perintah wvdialconf atau wvdial belum ada/tidak dikenal (berdasarkan pengalaman, ini terjadi justru di Ubuntu terbaru, Ubuntu 9.04), ketik sudo apt-get update dulu untuk mengupdate daftar nama paket sesuai yang ada di repository. Tunggu sampai proses ini selesai, kemudian install wvdial dengan perintah sudo apt-get install wvdial. Setelah selesai, ketik lagi perintah sudo wvdialconf untuk mendeteksi modem.
  11. Sekarang kita edit file wvdial.conf. Caranya, ketik sudo gedit /etc/wvdial.conf, atau sudo vi /etc/wvdial.conf.
  12. Isi file wvdial.conf secara default adalah seperti ini:

[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = Analog Modem
Baud = 9600
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
ISDN = 0
; Phone = <Target Phone Number>
; Password = <Your Password>
; Username = <Your Login Name>

  1. Sedangkan jika Anda membuka file wvdial.conf, sementara modem tidak terpasang atau tidak aktif, maka isinya adalah seperti ini:

[Dialer Defaults]
Phone =
Username =
Password =
New PPPD = yes

  1. Sekarang copy setting default di atas (langkah #12), sehingga ada dua [Dialer Defaults] seperti ini:

[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = Analog Modem
Baud = 9600
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
ISDN = 0
; Phone = <Target Phone Number>
; Password = <Your Password>
; Username = <Your Login Name>

[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = Analog Modem
Baud = 9600
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
ISDN = 0
; Phone = <Target Phone Number>
; Password = <Your Password>
; Username = <Your Login Name>

  1. Ganti nama dan setting dialer defaults yang kedua, sehingga menjadi seperti ini:

[Dialer indosat3g]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = USB Modem
Baud = 9600
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
ISDN = 0
Phone = *99#
APN = indosat3g
Password = indosat
Username = indosat
; Phone = <Target Phone Number>
; Password = <Your Password>
; Username = <Your Login Name>

  1. Perhatikan bagian Modem = /dev/ttyUSB0, APN, Username, dan Password. Baris Modem = /dev/ttyUSB0 mungkin saja berbeda dengan yang terdapat di komputer Anda, misalnya Modem = /dev/ttyUSB1. Jadi tidak harus sama persis. Sesuaikan saja dengan apa yang ada di dialer default. Untuk setting APN, Username, dan Password, silakan disesuaikan dengan kartu yang digunakan (lihat di box/bungkus kartu perdana. Biasanya ada keterangan soal ini).
  2. Kalau sudah beres semua, simpan setting tsb.
  3. Sekarang, untuk konek ke internet, kita musti dial dulu. Caranya, ketik perintah sudo wvdial indosat3g. Kata indosat3g diambil dari nama dialer yang dibuat di file wvdial.conf tadi, yaitu [indosat3g] (lihat langkah #15). Kalau tadi Anda menggunakan nama lain, misalnya [internetan], maka perintah yang mesti diketik adalah sudo wvdial internetan.
  4. Tunggu sampai muncul tulisan IP xxxxxx, DNS, xxxxx, dsb di konsole. Jika ada pesan seperti itu, berarti kita sudah konek ke internet. Jika belum ada, ulangi lagi perintah di atas. Kalau muncul IP xxxxx, DNS xxxxx cuma sebentar, kemudian kembali lagi ke prompt $, itu tandanya gagal konek. Ayo dicoba lagi… :D
  5. Untuk diskonek, tekan tombol Ctrl+C di konsole.
  6. Kalau masih belum bisa, silakan ngisi komen di bawah, plus keluhannya secara detail. Thanks :)

Selamat mencoba…

Si Tomboi Pengikat Makna May 26, 2009

Posted by Eko Penulis in Ubuntu.
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

Masih ingat tulisan saya tempo hari soal mengikat makna? Saya jadi teringat soal cara dan alat apa saja yang bisa digunakan untuk mengikat makna. Tentu saja, alat yang saya maksud di sini bukanlah seutas tali atau rantai baja, :) melainkan alat tulis.

Alat tulis tidak selalu harus dimaknai sebagai pena dan kertas, tapi bisa juga berupa alat digital yang memiliki fungsi serupa, misalnya handphone/telpon genggam, PDA, dsb. Kalau software?? Arghh…, betul sekali! Ide yang bagus! :D

Software atau tool untuk mencatat ide atau catatan kecil dikenal dengan istilah notes taking tools. Jenisnya banyak sekali. Namun satu yang saya sukai adalah si Tomboy Notes. Saya kurang tahu pasti kenapa namanya Tomboy Notes. Apakah karena sifatnya yang tomboi, atau ada makna lain. :D Tapi yang jelas, tool yang satu ini sangat mudah digunakan, dan sederhana. Fungsi utamanya tentu saja mencatat apa saja yang ada di benak Anda ke dalam tulisan.

Tool ini merupakan salah satu aplikasi standar di Ubuntu Linux. Namun bagi para pengguna Windows dan Mac tidak perlu kecewa, karena Tomboy Notes juga tersedia untuk kedua sistem operasi tersebut.

Jika Anda penasaran, unduh Tomboy Note terbaru di sini. Pilih versi yang sesuai dengan sistem operasi yang digunakan. Jangan lupa pilih versi terbaru (stable version), jangan yang development version alias versi ujicoba.

Tomboy note bisa diakses lewat menu Applications > Accessories > Tomboy Notes. Untuk membuat catatan baru, klik ikon Tomboy Notes di pojok kanan atas, kemudian pilih menu Create New Note. Selanjutnya, ketik judul dan isi catatan yang diinginkan.

Selamat bermain dengan si Tomboi! :)

Revisi Soal Post-by-Email May 22, 2009

Posted by Eko Penulis in Internet, Ubuntu, WordPress.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
2 comments

14. Masih berkaitan dengan point #13, kalau kirim posting pakai Mozilla Thunderbird, akan muncul tiga opsi pengiriman, yaitu Send in Plain Text and HTML, Send in Plain Text Only, dan send in HTML Only. Kalau di dalam koten email/posting tersebut terdapat atribut bold-italic dsb yang digunakan, maka sebaiknya pilih send in HTML Only. Kalau Anda pilih Send in Plain Text Only, maka karakter yang dicetak tebal tidak akan muncul, tapi berubah menjadi tanda bintang (asteriks) yang mengapit kata-kata tersebut.

Masih ingat tulisan saya tentang Ngeblog via Email?. Di poin #14 saya ternyata salah. Coba lihat tulisan soal Blog By Email From Yahoo! Mail, Gmail and Hotmail ini:

By default, most web-based email clients send messages in HTML formatting, which WordPress’s blog-by-email feature filters out. To get around this, you must select “plain text” before sending.

Jadi, untuk mengirim posting baru lewat email, sending format yang sebaiknya dipilih adalah plain text. Untuk membuat link HTML sama seperti biasa, harus menggunakan tag href. Demikian juga waktu bikin tulisan tebal atau miring, musti pakai tag yang sesuai.