jump to navigation

B dan b October 20, 2009

Posted by Eko Penulis in Uncategorized.
Tags: , , , , ,
add a comment

Sudah lama sebenarnya saya ingin nulis soal ini, B dan b, tapi baru sekarang terlaksana. B dan b, menurut hemat saya sangat berbeda. Bedanya bukan semata karena yang satu ditulis dengan huruf besar (kapital), dan yang lain kecil, tapi lebih dari itu. Bisa menimbulkan perbedaan persepsi, bahkan menyulut emosi. Tidak percaya? Selengkapnya…

Daerah Terlarang September 27, 2009

Posted by Eko Penulis in Uncategorized.
Tags: , , , , , ,
8 comments

Kurang lebih dua tahun lalu saya menemukan sebuah lokasi di Wikimapia.org yang ditandai dengan label daerah terlarang. Ada tulisan “Daerah Terlarang. Proyek milik bersama internasional. Dilarang masuk, bukan untuk umum”. Entah siapa yang menandai demikian. Apakah benar terlarang atau tidak, saya juga kurang tahu pasti. Selengkapnya…

Etnosentrisme Vs Xenosentrisme September 21, 2009

Posted by Eko Penulis in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
3 comments

Ada dua kata dalam pelajaran Sosiologi yang masih saya ingat sampai sekarang, yaitu Etnosentrisme (Ethnocentrism) dan Xenosentrisme (Xenocentrism). Meski sekilas terdengar asing, keduanya sebenarnya akrab dalam kehidupan kita sehari-hari. Selengkapnya…

Sabun Vs Nyamuk September 13, 2009

Posted by Eko Penulis in Uncategorized.
Tags: , ,
2 comments

Ini blog tentang TI/komputer, tapi isinya campur aduk. Termasuk campuran yang satu ini: soal sabun dan nyamuk. :) :D Selengkapnya…

Komputer Sering Mengalami Blue Screen, Physical Memory Dump, dan Restart Sendiri?! Tanya Kenapa?! July 14, 2009

Posted by Eko Penulis in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
27 comments

Komputer Anda mungkin pernah mengalami kejadian seperti ini: tiba-tiba ‘blue screen’ (tampilan layar biru), ada pesan error ‘…physical memory dump…’, kemudian komputer restart sendiri. Begitu terus berulang kali. Cuma, kejadian ini tidak bisa dipastikan, dan tidak bisa diprediksi. Kadang muncul, kadang tidak.

Blue screen

Blue screen (cuma ilustrasi)

Dua tiga minggu terakhir ini saya mengalami masalah serupa. Sebuah laptop HP 540, memory 2GB Corsair (1 keping). Ini bukan memory asli/bawaan dari HP/pabrik, tapi sudah diganti/diupgrade sendiri, karena memory bawaan/aslinya cuma 1GB. Selengkapnya…

Cara Mudah Mencetak Photo July 9, 2009

Posted by Eko Penulis in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
1 comment so far
Photoscape

Photoscape

Dulu, urusan cetak-mencetak photo hampir selalu berkaitan dengan studio photo. Kini, berkat kemajuan teknologi pencetakan, pengguna komputer di rumah juga bisa mencetak sendiri photo-photonya menggunakan printer khusus photo.

Mencetak photo menggunakan printer photo sebenarnya tidak susah. Ada banyak software atau program pencetak photo yang bisa membantu Anda mencetak photo dengan mudah. Salah satunya yang cukup mudah digunakan adalah Photoscape.

Photoscape is the fun and easy photo editing software that enables you to fix and enhance photos.

Photoscape sebenarnya bukan software atau program khusus untuk mencetak photo, melainkan sebuah program serbaguna yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan, antara lain image viewer, screen capture, raw converter, color picker, splitter, membuat file animasi GIF, menggabungkan beberapa photo, dan mengedit photo. Semua menu utama ditempatkan secara melingkar dan bisa diakses dengan mudah melalui panel depan.

Fitur photo editing-nya sebenarnya tidak terlalu istimewa, sebab kita bisa (dan mungkin sudah terbiasa) melakukannya menggunakan software lain yang lebih populer untuk urusan ini, yaitu Adobe Photoshop. Meski demikian, Photoscape memiliki satu kemampuan yang cukup unik (yang mungkin) jarang dimiliki oleh software lain, yaitu kemampuan untuk mencetak photo-photo dalam ukuran khusus pas photo, misalnya 2×3 cm, 3×4 cm, 4×6 cm, dsb.

Photoscape front panel

Photoscape front panel

Photoshop interface

Photoscape interface

Memilih ukuran pencetakan photo (print size)

Memilih ukuran pencetakan photo (print size)

Photoscape sangat mudah digunakan, bahkan oleh pengguna awam sekalipun. Untuk mencetak photo, pilih ikon Print pada layar depan. Selanjutnya pilih ukuran layout photo yang diinginkan, kemudian pilih photo-photo yang akan dicetak dengan cara mendrag/menggeser photo-photo tersebut ke tengah layar. Jika preset ukuran yang Anda inginkan tidak tersedia, pilih Set the photo size dan tentukan sendiri ukurannya. Jika sudah siap mencetak, klik saja tombol Print.

Photoscape adalah program gratis dengan kemampuan yang, menurut saya, cukup bagus. Jika tertarik mencoba, silakan download Photoscape di http://photoscape.org/ps/main/download.php. Selamat mencoba! []

Menjalankan XAMPP Secara Otomatis June 29, 2009

Posted by Eko Penulis in Uncategorized.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

XAMPP untuk Windows dan Linux (Ubuntu) sebenarnya tidak jauh berbeda. Kalaupun ada, sejauh yang saya rasakan, XAMPP di Linux tidak bisa otomatis aktif, sehingga harus diaktifkan secara manual melalui konsole dengan perintah sudo /opt/lampp/lampp start.

Untuk menjalakankan/mengaktifkan XAMPP secara otomatis sewaktu Ubuntu dinyalakan:

  1. Buka terminal/konsole.
  2. Ketik sudo gedit /etc/rc.local
  3. Tambahkan sudo /opt/lampp/lampp start sebelum tulisan exit 0.
  4. Simpan dan keluar dari Gedit.

Mengganti Localhost dengan Nama Lain June 29, 2009

Posted by Eko Penulis in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , ,
6 comments

Setelah menginstall webserver (apache2triad, xampp, dsb), tampilan web server bisa dilihat dengan mengetikkan “localhost” (tanpa tanda kutip) atau http://localhost pada address bar web browser. Untuk mengganti namanya (localhost) dengan yang lain (misalnya “intranet”), caranya:

  1. Untuk XAMPP (Windows) –> edit file C:windows\system32\drivers\etc\hosts
  2. Untuk XAMPP (Linux) –> edit file /etc/hosts
  3. Ganti tulisan 127.0.0.0 localhost, menjadi nama lain yang diinginkan, misalnya 127.0.0.0 intranet.

Saya iseng menggantinya dengan nama google.com. Jadi ketika saya ketik google.com di address bar web browser, yang muncul adalah tampilan situs web server saya, bukan situs Google (www.google.com) seperti biasa. Mungkin sebaiknya perlu selektif memilih dan mengganti nama localhost, agar tidak sama dengan nama situs/website yang sudah ada. Ada tip/saran lain soal intranet? Monggo silakan… []

Referensi: http://modxcms.com/forums/index.php?topic=33795.0

Cara Lain Berbagi Koneksi Internet June 26, 2009

Posted by Eko Penulis in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
1 comment so far

Posting terakhir yang saya tulis kemarin ternyata meninggalkan sebuah masalah kecil di Ubuntu, yaitu ikon gnome network manager (gnome network applet???) yang tidak aktif (ada tanda silangnya). Akhirnya saya iseng mencoba mengembalikan setting file /etc/network/interface, /etc/resolv.conf, dan /etc/rc.local ke kondisi semula (default).

Berikutnya, saya coba cara ini:

  1. Klik kanan ikon Gnome network manager, kemudian pilih Edit connections.
  2. Di dalam tab Wired terdapat item Auto eth0. Biarkan saja item tsb. Sekarang buat item baru. Klik tombol Add.
  3. Di bagian Connection name, ketik eth0.
  4. Klik tab IPv4 Settings.
  5. Di bagian Method, pilih Manual.
  6. Ketik IP address, Netmask, dan Gateway. Dalam contoh ini saya gunakan address: 192.168.1.3, netmask: 255.255.255.0, gateway: 192.168.1.1 (sama dengan IP modem).
  7. Di bagian DNS server, ketik 192.168.1.1 (sama dengan IP modem).
  8. Contreng Connect automatically dan Available to all users.
  9. Klik Apply, kemudian restart komputer Anda.
  10. Hasilnya, sama seperti cara sebelumnya, bisa konek internet, bisa ping klien lain, tapi ikon gnome network manager tidak error/tidak ada tanda silang lagi.

Demikian sedikit pengalaman. Silakan dicoba, semoga bermanfaat. Jika salah, silakan dikoreksi.

Berbagi Koneksi Internet June 25, 2009

Posted by Eko Penulis in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
4 comments

Cara berbagi koneksi internet (internet connection sharing) antarkomputer menggunakan switch hub. Cocok untuk di rumah yang punya lebih dari satu komputer. Bisa juga dipakai rame2 di kos-kosan :) .

Dalam contoh ini, koneksi internet yang dignakan adalah Telkom Speedy, menggunakan dua komputer (Windows dan Ubuntu Linux 9.04), 1 switch hub, kabel LAN (straight), dan modem ADSL (LevelOne FBR-1161). Contoh setting untuk modem dan komputer adalah sebagai berikut:

Modem:

  • IP address: 192.168.1.1
  • Mode: PPPoE

Komputer #1:

  • Sistem operasi: Windows XP Pro SP2
  • IP address: 192.168.1.2
  • Subnet mask: 255.255.255.0
  • Gateway: 192.168.1.1 (IP modem)
  • DNS: 192.168.1.1 (IP modem)

Komputer #2:

  • Sistem operasi: Ubuntu Linux 9.04
  • IP address: 192.168.1.3
  • Subnet: 255.255.255.0
  • Gateway: 192.168.1.1 (IP modem)
  • DNS: 192.168.1.1 (IP modem)
Skema internet sharing sederhana

Skema internet sharing sederhana

CARA MENYETING KOMPUTER #1:

  1. Klik kanan ikon My Network Places di desktop, kemudian pilih Properties.
  2. Klik kanan ikon Local Area Connection, kemudian pilih Properties.
  3. Klik Internet Protocol (TCP/IP), kemudian klik tombol Properties.
  4. Local Area Connection Properties

    Local Area Connection Properties

    Setting IP

    Setting IP

  5. Pilih Use the following IP address.
  6. Ketik 192.168.1.2 di bagian IP address.
  7. Ketik 255.255.255.0 di bagian Subnet mask.
  8. Ketik 192.168.1.1 di bagian Default gateway.
  9. Ketik 192.168.1.1 di bagian Preferred DNS server.
  10. Klik OK.

CARA MENYETING KOMPUTER #2:

1. Buka terminal (klik Applications > Accessories > Terminal).
2. Ketik password Linux Anda.
3. Berikutnya, ketik sudo gedit /etc/network/interface.
4. Tambahkan tanda # di depan baris ini:

auto lo
iface lo inet loopback

sehingga menjadi:

# auto lo
# iface lo inet loopback

5. Tambahkan baris berikut ini:

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.3
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1
nameserver 192.168.1.1

6. Tutup file tsb.
7. Sekarang ketik sudo gedit /etc/resolv.conf.
8. Tambahkan baris berikut ini:

nameserver 192.168.1.1

9. Tutup file tsb.
10. Sekarang ketik sudo gedit /etc/rc.local.
11. Tambahkan baris berikut ini (sebelum/di atas teks exit 0):

nameserver 192.168.1.1

12. Tutup file tsb.
13. Ketik sudo reboot untuk merestart komputer.

CATATAN:
Meski bisa konek ke internet, dan ping ke klien/komputer lain, ikon Gnome Network Manager (kanan atas, dekat jam) terlihat tidak aktif (ada tanda silang). Belum tahu kenapa, dan belum tahu bagaimana. Tanya kenapa??? he..he..he :) Ada yang bisa bantu? Monggo, silakan…

UPDATE (26 JUNI 2009):
Khusus untuk setting di komputer yang menggunakan OS Ubuntu Linux 9.04, supaya tidak muncul tanda silang pada ikon Gnome network manager (seperti yang saya tulis di bagian CATATAN di atas), bisa menggunakan cara ini: http://esetianto.wordpress.com/2009/06/26/cara-lain-berbagi-koneksi-internet/

* Ditulis ulang dari forum OpenSource TelkomSpeedy.